Cara mudah membedakan kulit asli dan palsu

4 Cara mudah perbedaan kulit asli dan palsu

Not all Leather is Genuine 

Biasanya konsumen sangat mudah tertipu dengan nama bahan yang menggunakan istilah leather, padahal definisi leather hanya melekat pada motif yang dihasilkan. Sehingga tidak semua yang memakai nama leather adalah kulit asli. Istilah kulit asli akan menggunakan nama Genuine Leather, namun karena banyak variasi dari kulit asli tentunya penggunaan nama material akan berbeda. Cara terbaik menurut kami adalah dengan mengetahui maksud dari nama material yang dipakai dan jangan mudah percaya pada dengan nama leather. Namun kami akan memberikan beberapa tips mudah dan sederhana mengenai :

Cara termudah dalam mengetahui Bahan Kulit Asli :

1. Dengan cara melihat tekstur dan motif

Bahan baku dari kulit binatang memiliki kelemahan sekaligus keunikan dimana hampir setiap bagian dari kulit akan memiliki hasil yang berbeda ketika melalui proses penyamakan walaupun dengan proses yang sama, sehingga motif baik pola dan warna dari bahan kulit asli biasanya tidak merata dari satu bagian ke bagian yang lain. Sedangkan kulit imitasi yang menggunakan bahan baku sintetis dari serat benang, PVC, dan karet biasanya memiliki hasil yang sempurna dan sama rata.

2. Dengan cara memegang langsung

Seperti alasan yang sebelumnya produk kulit asli khususnya yang terbuat dari kulit sapi cenderung memiliki memiliki elastisitas yang rendah namun tidak mudah mengalami kerusakan, berbeda dengan kulit sintetis cenderung memiliki elastisitas yang tinggi namun mudah rusak.

Apabila anda memiliki kesempatan untuk melihat lapisan yang membentuk bahan tersebut, biasaya akan terlihat dari samping maka anda akan melihat material seperti benang kemudian karet pada kulit imitasi, sedangkan pada kulit alami yang terihat adalah pori-pori.

3. Dengan cara mencium aroma bahan

Proses penyamakan kulit yang biasa umumnya cenderung menghasilkan aroma yang lebih kuat namun aroma tersebut dihasilkan karena bahan dan cairan  yang meresap pada kulit binatang pada proses penyamakan. Coba anda bayangkan sebuah kulit yang berasal dari binatang yang diawetkan pastinya memiliki aroma yang berbeda dengan bahan yang berasal dari serat benang, PVC, dan karet yang cenderung tidak memiliki aroma.

4. Dengan melakukan uji dengan api atau air

Ini adalah cara yang bisa dikatakan berisiko apabila produk yang anda miliki ternyata berasal dari kulit imitasi. Dikarenakan faktor bahan baku yang digunakan kulit imitasi cenderung resisten terhadap air dan akan rusak apabila terkena api, kerusakan yang timbul umumnya berupa meleleh layaknya plastik atau karet pada umumnya diakrenakan PVC merupakan salah satu jenis plastic. Sedangkan pada kulit asli kecuali jenis kulit yang memang memiliki lapisan minyak (jenis kulit asli dengan ciri-ciri mengkilap) cenderung meresap air, dan tidak mengalami perubahan tektur ketika terkena api perubahan yang terjadi biasanya hanya akan seperti gosong bekas pembakaran. Namun demikian sangat tidak dianjurkan untuk melakukan metode ini karena selain dapat merusak produk itu sendiri, dengan adanya perkembangan teknologi saat ini juga tidak mudah mengalami kerusakan dan bisa meresap air.

Menurut CO-Founder dari Beawear.id cara terbaik untuk mengetahui apakah produk anda menggunakan kulit asli atau bukan adalah dengan mengetahui bagaimana sebuah produk itu dihasilkan, dari mana dan bagaimana prosesnya. Penjual yang baik umumnya akan bersikap jujur dan mengetahui bahan yang sebenarnya digunakan. Sebenarnya tidak ada permasalahan dari munculnya bahan kulit sintetis sebagai pengganti kulit asli, namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah ketidaktahuan konsumen dalam membedakan antara produk kerajinan kulit dari bahan baku kulit asli dan produk kerajinan bermotif kulit dari bahan baku kulit imitasi. Perlu banyak pembahasan untuk menceritakan bagaimana proses penyamakan kulit asli dan proses pembuatan kulit sintetis untuk digunakan pada produk kerajinan kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo, kamu butuh apa?
Powered by