Mengenal kulit nabati atau vegtan

Mengenal Vegetable Leather atau Kulit Nabati

Halo! sobat leatherian, dari kalian pasti sering mendengar isitlah produk kulit vegtan atau kulit nabati yang biasanya berupa dompet atau tas-tas kecil. Mungkin dari kalian juga lagi nyari-nyari produk-produk kulit dari kulit jenis ini atau bahkan sudah memiliki produk ini. Kebetulan sekali disini kami akan membangikan beberapa informasi mengenai apasih yang disebut dengan vegebale leather dan apa keunikannya dibandingkan dengan jenis kulit lainnya.  

Apa itu kulit vegtan atau nabati?

Jadi vegtan merupakan singkatan dari Vegetable Tanned yang mana adalah nama metode penyamakan kulit yang menggunakan natural material atau organic method untuk digunakan sebagai bahan penyamak (untuk info tentang penyamakan lain bisa dilihat di artiket sebelumnya), dimana metode ini adalah metode yang pertama dikenal oleh manusia dalam proses penyamakan kulit. Karena prosesnya menggunakan bahan alami berupa bagian-bagian tanaman tertentu maka hasilnya disebut dengan vegetable leather atau kulit nabati.

Kenapa Kulit Nabati Mahal?

Berdasarkan pengalaman kami di industri kerajinan kulit, anggapan jika kulit nabati mahal sebenarnya tidak selalu benar, dikarenakan yang menentukan harga dari sebuah produk adalah skill dan material, begitu juga dengan kulit nabati. Kami sempat memproses beberapa kulit nabati yang harganya jauh lebih murah dibanding dengan kulit lain misalnya kulit Crazy Horse.

Tapi hal yang perlu diketahui bagi teman-teman adalah bahwa material organic untuk penyamakan nabati membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama dan skill yang khusus untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dari lamanya proses perendaman inilah yang membuat kulit nabati beraroma unik dibandingkan dengan kulit lain, jadi jangan heran kenapa beberapa kulit nabati sangat mahal.

Apakah Keunggulan dan Kelemahan dari Kulit Nabati?

Beberapa brand mencoba menonjolkan kelebihan kulit nabati yang dapat berubah warna menjadi semakin tua atau gelap dari waktu ke waktu, memang benar! Namun sebenarnya bagi konsumen yang masih awam menurut kami ada beberapa hal penting yang diketahui dibalik hal tersebut. Jadi kulit nabati yang umum dijual berwarna putih pucat atau putih agak kekuning-kuningan adalah kulit yang belum selesai proses penyamakannya, sehingga tidak ada material pelindung terhadap lingkungan sekitar. Bagi anda yang memiliki produk kulit nabati harus berhati-hati dengan keringat air dan debu, karena daya serap kulit jenis ini sangat tinggi, dampaknya produk kulit yang diharapkan warnanya makin tua justru menjadi kotor dan tampak kurang bagus dilihat. Tapi setiap orang memiliki selera dan cara pandang yang berbeda, ada yang menganggap hal ini adalah keunikan tetapi bagi sebagian yang lain adalah kelemahan.

Dari segi tekstur kulit nabati cenderung lebih empuk namun agak sedikit lebih kaku dibanding dengan kulit lain, hal ini menjadikan kulit nabati cocok untuk produk handmade karena lebih mudah dikreasikan. Khususnya pada saat memotong dan punch hole untuk lubang jahit kulit nabati lebih mudah untuk diolah menjadi produk-produk kerajinan.

Tips Memilih dan Merawat Produk Kulit Nabati.

Menyinggung bahasan yang sebelumnya kulit nabati pada dasarnya masih memerlukan proses lanjutan agar produk kerajinannya sesuai dengan yang kita inginkan. Beberapa Crafter umumnya masih melakukan proses Waxing atau Colloring dengan Pewarna DYE dengan tujuan menjaga warna kulit nabati sesuai dengan yang diinginkan ataupun mencegah kotoran menempel. Jadi pilihlah kulit yang daya serapnya merata untuk dilakukan Proses Colloring atau utamakan pilih produk yang sudah dilapisi pelindung kotoran. Ciri umumnya biasanya kulit lebih glossy.

Yang tak kalah penting adalah jangan pilih kulit yang sudah rentan robek, hal ini umumnya disebabkan karena proses penyamakan yang kurang baik atau penyimpanan yang kurang aman. Anda bisa mencoba menarik produk atau material apakah mudah robek atau putus (tidak begitu disarankan untuk produk display).

Untuk produk yang sudah jadi sangat disarankan melakukan pelumasan atau pelapisan agar proses penuaan warna kulit tidak tercampur dengan treatment yang tidak kita inginkan. Proses yang umum dilakukan adalah dengan melapisi produk menggunakan mink oil ataupun lotion biasa. Dan yang paling utama jaga produk hal-hal yang dapat merusak pewarnaan alami, misalnya percikan air, kringat, tekanan atau goresan, dll.

Note !!

Informasi diatas sangatlah penting namun bagi kami yang paling utama adalah anda mengenal produk anda terlepas dari selera anda terdahap kulit nabati ataupun kulit yang lain. Buat teman-teman yang tertarik dengan dompet nabati, clutch, cardholder, dan lain-lain bisa banget cek produk kami di www.beawear.id atau di IG kami @beawear.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo, kamu butuh apa?
Powered by