Proses Penyamakan atau Proses Pembuatan Kulit Industri

Proses penyamakan kulit adalah proses mengubah kulit mentah dari dari kulit binatang menjadi kulit tersamak atau leather yang tidak mudah rusak dengan bantuan perlakuan kimia. Pada dasarnya hampir semua binatang kulitnya dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan industri yang dalam hal ini kaitannya adalah leather, namun pada umumnya kulit yang dipakai pada industri penyamakan adalah hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing, serta binatang khusus seperti ular, buaya dan burung unta dll. Prinsip dalam proses penyamakan adalah memasukan bahan kimia penyamak pada struktur organic pada jaringan serat kulit sehingga membentuk ikatan jaringan yang baru.

Perlakuan penting dalam proses penyamakan adalah proses pengapuran kulit mentah untuk menghilangkan bahan-bahan yang tidak diinginkan seperti bulu pada kulit mentah. Apabila seorang penyamak ingin mempertahankan lapisan bulu pada kulit jadi maka proses pengapuran tidak perlu dilakukan.

Secara umum proses penyamakan menggunakan bahan kimia terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Pretanning atau proses basah (beamhouse)

Proses pratanning adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengkondisikan kulit mentah agar mampu bertahan dan tidak mengalami kerusakan pada saat proses kimiawi diterapakan pada kulit mentah. Sebagian besar kegiatan pretanning dilakukan dengan cara perendaman bahan mentah pada media rendam sehingga proses ini dinamakan dengan proses basah. Tahapan melakukan proses pretanning meliput :

  1. Perendaman (soaking)

Kulit mentah yang diperoleh dari supplier umumnya adalah kulit yang telah digarami dan dikeringkan sehingga sangat keras, tujuan dari proses soaking adalah membuat kulit mentah menjadi lemas dan lentur sehingga mudah diolah.

  1. Pengapuran

Pengapuran dilakukan untuk menghilangkan lapisan bulu dan material epidermis, kelenjar keringat, dan lapisan lemak pada kulit, serta zat lain yang tidak diperlukan.

  1. Pasca pengapuran atau penetralan

Zat kapur bersifat basa yang mana akan mengganggu bahan penyamak pada proses selanjutnya maka perlu dinetralkan atau dihilangkan kandungan kapur dengan melakukan pencucian dengan air.

  1. Bating

Dalam kulit terdapat zat-zat kolagen yang merupakan protein berserat yang membentuk struktur dan kekuatan pada kulit. Dalam proses penyamakan kolagen harus tetap dipertahankan dan tidak boleh rusak, proses bating adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan unsur-unsur non kolagen.

  1. Pengasaman

Untuk menghindari kulit mengalami over stretching dan rusak pada saat berekasi dengan bahan penyamak, maka kulit perlu diasamkan terlebih dahulu pada Ph 3,0-3,5

  1. Tanning atau proses penyamakan

Kulit yang telah mengalami proses pretanning disebut sebagai pickle, yang mana akan masuk pada proses penyamakan. Proses penyamkanan sendiri terdiri dari berbagai jenis, bergantung pada bahan yang digunakan dalam proses penyamakan. Jenis penyamakan meliputi : penyamakan nabati, krom, kombinasi, dan penyamakan sintesis. Penyamakan pada jenis kulit yang tebal seperti sapi, kerbau, kuda, dll termasuk dalam penyamakan hide, sedangkan untuk jenis kulit yang lebih tipis seperti domba, kambing, dan reptile maka termasuk dalam proses skin.

  1. Pasca Tanning atau finishing
  2. Pengetaman (Shaving)

Proses ini dilakukan dengan tujuan membuat kulit memiliki ketebalan yang sama rata.

  1. Pemucatan (Bleaching)

Proses ini dilakukan untuk menghilangkan sisa flek besi, mengurangi kadar keasaman, dan menguatkan hasil penyamakan.

  1. Penetralan (Neutralizing)

Proses ini dilakukan untuk mengurangi kadar keasaman pada kulit, khususnya pada penyamakan yang menggunakan bahan krom karena memiliki tinggat keasaman yang tinggi.

  1. Pengecatan dasar

Proses pemberian warna dasar sebelum dilakukan pewarnaan akhir dengan cat yang tidak tebal

  1. Peminyaak (oiling)

Proses pemberian minyak pada serat kulit bertujuan agar kulit memiliki daya tahan yang bagus terhadap tarikan dan getaran, selain itu dengan adanya lapisan minyak kulit tidak akan menempel satu sama lain dan tahan terhadap air

  1. Penggemukan (fat liquoring)

Agar zat dan bahan penyamak tidak keluar ke permukaan kulit maka kulit harus dikunci melalui proses penggemukan

  1. Pengeringan

Pengeringan dilakukan dengan tujuan mengurangi kadar cairan dalam kulit ketika proses kimiawi pada kulit dirasa sudah cukup

  1. Pelembaban

Tingkat kelembaban dari lingkungan sekitar dapat merubah kulit, khususnya bagian bawah sehingga diperlukan proses

  1. Perenggangan

Bahan baku kulit yang telah diselaikan dan diwarnaan pada tahap akhir melalui proses spray perlu direnggangkan pada tingkat tertentu agar sifat elastis pada kulit dapat berkurang sehingga ketika menjadi barang atau produk kulit tidak mengalami perengganan atau pengerutan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo, kamu butuh apa?
Powered by